Kamus Bahasa Intelektual Indonesia Dan Artinya
Cara pikun - Melawan lupa : Bahasa intelektual, sebuah kalimat bahasa yang sering kita dengar namun terkadang kita tidak tahu artinya. Dan dibawah ini tabel bahasa intelektual beserta arti dan contoh kalimatnya.
Untuk lebih memudahkan dalam pencarian bahasa, diatas tabel tersedia kotak input untuk mencari kalimat atau bahasa intelek yang pernah Agan dengar dan ingin tahu artinya. Agan tinggal ketik beberapa huruf yang Agan ingat dari bahasa tersebut, contoh : Agan pernah mendengar kata eksperimen tapi yang Agan ingat hanya bagian awal/akhir dari kalimat tersebut, untuk pencarian bisa menggunakan kata awalnya saja yaitu "ekspe" atau akhirnya saja yaitu "rimen".
Dengan demikian Agan tidak harus putar-putar roda mouse atau menggaruk layar handphone untuk mencarinya. Dan berikut : Kamus Bahasa Intelektual Indonesia Dan Artinya
Jika ada bahasa yang tidak ditemukan Agan bisa sampaikan via komentar untuk update berikutnya.
Untuk lebih memudahkan dalam pencarian bahasa, diatas tabel tersedia kotak input untuk mencari kalimat atau bahasa intelek yang pernah Agan dengar dan ingin tahu artinya. Agan tinggal ketik beberapa huruf yang Agan ingat dari bahasa tersebut, contoh : Agan pernah mendengar kata eksperimen tapi yang Agan ingat hanya bagian awal/akhir dari kalimat tersebut, untuk pencarian bisa menggunakan kata awalnya saja yaitu "ekspe" atau akhirnya saja yaitu "rimen".
Dengan demikian Agan tidak harus putar-putar roda mouse atau menggaruk layar handphone untuk mencarinya. Dan berikut : Kamus Bahasa Intelektual Indonesia Dan Artinya
| Intelektual | Artinya & : Contoh Kalimat |
|---|---|
| Akselerasi | n 1 proses mempercepat; 2 peningkatan kecepatan; percepatan; 3 laju perubahan kecepatan |
| Akurat | a teliti; saksama; cermat; tepat benar: caranya bekerja sangat --; pukulannya yg -- merepotkan lawan; ke akuratan n hal ketelitian |
| Aliansi | persekutuan/perserikatan antar dua negara atau kelompok. : ada aliansi antara indonesia dengan singapura. |
| Alibi | n huk bukti bahwa seseorang ada di tempat lain ketika peristiwa pidana terjadi (tidak berada di tempat kejadian) |
| Analogi | persamaan antara dua benda yg berlainan. : hidup ini dianalogikan seperti sepeda. anda harus tetap mengayuh pedal anda agar hidup ini terus berlangsung dengan baik. |
| Animo | hasrat, keinginan, perhatian atau sambutan yg hangat. : animo untuk membeli barang-barang mewah sudah mulai berkurang. |
| Anomali | penyimpangan atau kelainan dari normal. : sunan kalijaga hidup hingga lebih dari 100 tahun. hal ini merupakan anomali dari tuhan. |
| Antologi | kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang. : di perpustakaan ini terdapat antologi puisi yg dikarang oleh penyair-penyair tersohor. |
| Argumentatif | a 1 memiliki (mengandung) alasan yg dapat dipakai sbg bukti: satu-satunya yg dapat meringankan terdakwa hanyalah kesaksian yg --; 2 karangan yg bertujuan membuktikan pendapat |
| Asimilasi | penyesuaian lingkungan sekitar dengan individu agar selaras. : musik keroncong adalah bentuk asimilasi dari musik portugis dan masyarakat nusantara. |
| Asis•tensi | n kegiatan mengasisteni (membantu seseorang dl tugas profesionalnya) |
| Aspirasi | kehendak atau keinginan yg keras untuk mendapatkan sesuatu lebih jelas lagi/kehendak atau keinginan untuk maju. : mencapai negara yg makmur adalah aspirasi masyarakat indonesia. |
| Attitude | sikap/perilaku. : attitude buruk anda mencerminkan kualitas buruk pada diri anda. |
| Autodidak/Otodidak | mendidik diri sendiri tanpa bantuan orang lain (guru). : saya belajar sastra secara otodidak. |
| Berorientasi | v 1 melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau lebih tahu); 2 mempunyai kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pandangan; berkiblat: mereka orang-orang yg -- ke barat |
| Boikot | melawan dengan cara tidak mau bekerja sama dengan berhubungan. : mari kita boikot kapal-kapal asing yg mengangkut alat-alat perang. |
| Budget | anggaran : berapa budget untuk acara syuting tukul arwana? |
| Debat | suatu pertukaran, pandangan yg dilakukan oleh orang yg mempunyai pandangan berbeda. : debat antara dua kandidat presiden berlangsung baik-baik saja. |
| Defensif | sikap pembelaan/sikap bertahan. : kesebelasan sepakbola indonesia bermain secara defensif. |
| Dekadensi | n kemerosotan (tentang akhlak); kemunduran (tentang seni, sastra) |
| Demagogi | penghasutan terhadap orang banyak melalui sebuah orasi atau pidato. : tokoh intelektual itu melakukan demagogi untuk membuat rakyat emosi dengan kebijakan pemerintah yg sekarang. |
| Deviasi | penyimpangan. : terjadi deviasi pada masyarakat dalam menaati peraturan. |
| Dialektika | penalaran dengan dialog sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah. : jangan cuma kerja-kerja doang! kerja harus berdialektika dengan ilmu, agar hasilnya maksimal. |
| Didaktik | hukum-hukum untuk menanamkan pengetahuan kepada muridnya. : seorang guru menerapkan prinsip didaktik pada muridnya. |
| Dikotomi | pembagian atau perbedaan antara dua bagian yg saling berselisih. : terdapat dikotomi antara penjahat dan orang bijak. |
| Diktator | orang yg memerintah dengan kekuasaan yg tidak terbatas. : adolf hitler adalah seorang diktator asal jerman. |
| Dinamis | a penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diri dng keadaan dsb; mengandung dinamika; mendinamiskan v menjadikan dinamis: pemerintah berusaha ~ segenap rakyat untuk mempercepat pembangunan; |
| Distorsi | perubahan atau penyimpangan pada suatu hal. : untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan distorsi terhadap fakta yg ada. |
| Distorsi | n 1 pemutarbalikan suatu fakta, aturan, dsb; penyimpangan: untuk memperoleh keuntungan pribadi tidak jarang orang melakukan -- thd fakta yg ada; 2 gangguan dl siaran radio yg mengubah mutu siaran; 3 fis perubahan bentuk yg tidak diinginkan; eroton; 4 dok hal terkilir (kaki dsb); 5 ark perubahan bentuk pd benda gerabah yg disebabkan oleh pengeringan terlampau cepat dan tidak merata krn pencampuran bahan tidak merata waktu pencetakan |
| Dogma | pokok ajaran (tentang kepercayaan, dsb) yg harus diterima sebagai hal yg benar dan baik, tidak boleh dibantah dan diragukan; keyakinan tertentu. : kita harus meyakini dogma-dogma dalam agama yg kita anut. |
| Doktrin | ajaran atau pendirian tentang suatu kepercayaan atau ilmu pengetahuan. : dia sudah terdoktrin oleh ajaran gandhi tentang keadilan tanpa kekerasan. |
| Efektif | tepat pada sasaran atau mempunyai akibat yg tepat. : belajar di pagi hari sangatlah efektif karena otak masih segar untuk diajak berpikir. |
| Efisien | dengan tenaga dan biaya yg tersedia mendapat hasil sebesar-besarnya. : dia menyiapkan naskah beberapa hari sebelum berpidato agar lebih efisien. |
| Eksekusi | pelaksanaan putusan hakim, khususnya hukuman mati. : para pidana narkoba akan segera dieksekusi. |
| Elektabilitas | kepemilihan yg diakibatkan popularitas tinggi. : si a dan si b memiliki elektabilitas dalam memakmurkan masyarakat. mereka punya potensi untuk maju sebagai pemimpin kota ini. |
| Elit/elite | golongan atas/kaum atasan. : masyarakat elit cenderung terpisah dengan masyarakat yg miskin, bodoh, dan terbelakang. |
| Empati | keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yg sama dengan orang atau kelompok lain. : dia mempunyai empati terhadap dirimu yg sekarang sedang dilanda kesusahan. |
| Empiris | bentuk pengalaman yg diperoleh melalui penghayatan. : dia melakukan penelitian empiris, yaitu penelitian yg berdasarkan pengalaman. |
| Enigma | orang atau sesuatu yg merupakan teka-teki. : pernyataannya menimbulkan enigma bagi masyarakat. |
| Eskalasi | perluasan/peningkatan. : para kontraktor menginginkan eskalasi terhadapa biaya pembangunan. |
| Exogen/eksogen | faktor dari luar. : kuman masuk kedalam tubuh manusia dari luar disebut dengan peristiwa eksogen. |
| Expresi | pernyataan jiwa dengan bermacam-macam bentuk. : saya ingin berekspresi dengan menyanyikan sebuah lagu. |
| Fakta | peristiwa, kejadian, berita bukti, kenyataan. : faktanya dia melakukan kecurangan. |
| Faktor | sendi, sesuatu hal yg mempunyai pengaruh untuk menentukan bentuk suatu kejadian. : faktor terjadinya perang adalah konflik antar negara. |
| Fakultatif | tidak wajib meminta pendapat rakyat secara langsung (bergantung pd keputusan penguasa), msl dl penetapan undang-undang; -- obligator kewajiban meminta pendapat rakyat secara langsung dlm mengubah sesuatu, msl thd perubahan konstitusi |
| Fantasi | daya jiwa untuk menciptakan tanggapan-tanggapan yg baru berdasarkan tanggapan-tanggapan yg ada. : cerita itu berdasarkan fantasi bukan berdasarkan kejadian yg sebenarnya. |
| Faqih/fakih | orang/tokoh yg ahli dalam ilmu fikih. : dia adalah seorang fakih, orang yg ahli dalam agama. |
| Fatsoen/fatsun | kesopanan. : dia memiliki fatsun yg baik. |
| Federalisme | n paham yg menganjurkan pembagian negara atas bagian-bagian yg berotonomi penuh mengenai urusan dalam negeri (spt di negara amerika serikat) |
| Feeling | perasaan. : feeling-ku tidak enak. apa sebaiknya kita pulang saja? |
| Fenomena | suatu fakta, peristiwa atau keadan yg dapat diamati; gejala. : terjadinya pembiasan pelangi merupakan sebuah fenomena alam. |
| Figur | tokoh. : dia memiliki figur seorang pemimpin. |
| Fiksi | sesuatu yg dianggap benar pada hakikatnya tidak benar. : tokoh dalam novel itu adalah tokoh fiksi. tidak ada di dunia nyata. |
| Fiktif | bersifat fiksi, palsu. : cerita di dalam novel itu bersifat fiktif. keseluruhannya tidak nyata. |
| Filosof/filsuf | orang yg ahli pikir. : konfusius adalah seorang filsuf dari negara cina. |
| Filsafat | n 1 pengetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya; 2 teori yg mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan; 3 ilmu yg berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemologi; 4 falsafah |
| Fiqih/fikih | suatu ilmu yg membahas tentang hukum atau perundangan islam, berdasarkan al-quran, hadits, ijma’, dan qiyas. : dalam ilmu fikih, umat islam tidak boleh berbuat buruk kepada orang lain. |
| Fisiognomi | melihat watak seseorang dari bentuk dan ciri-ciri wajah. : saya bisa melihat karakter seseorang berdasarkan wajahnya. itu karena saya mempelajari ilmu fisiognomi. |
| Fixed plan | rencana yg pasti. : rencana kita berkunjung ke raja ampat adalah fixed plan, jadi sudah tidak bisa diralat lagi. |
| Follow up | tindak lanjut. : saya cukup malas untuk mem-follow up pelamar kerja karena sebenarnya bukan bidang saya dalam melakukan tugas ini. |
| Fondamen/fundamen | dasar. : larangan kawin dengan orang yg masih satu marga merupakan fondamen dan filsafat kebudayaan suku batak. |
| Force | kekuatan. : indonesia memiliki force dan pasukan militer yg tidak kalah hebat dengan negara lain. |
| Formatur | pembentukan. : dia ditunjuk sebagai anggota formatur untuk mengurusi pembentukan lembaga baru. |
| Formula | rumusan. : dengan formula istimewa, obat itu dapat menyembuhkan sakit kepala. |
| Fragmen | n 1 cuplikan atau petikan (sebuah cerita, lakon, dsb): kami mementaskan suatu -- cerita damarwulan; 2 bagian atau pecahan sesuatu |
| Freedom | kebebasan, kemerdekaan. : semua orang harus memiliki freedom karena mereka berhak hidup bebas tanpa ada penindasan. |
| Fundamental | bersifat dasar (pokok) atau mendasar. : iman merupakan hal yg bersifat fundamental yg ada pada diri manusia. |
| Fundamentalisme | paham yg cenderung untuk memperjuangkan sesuatu secara radikal. : dia menganut paham fundamentalisme. dia sangat menekankan tindakan keras. |
| Gengsi | kehormatan dan pengaruh karena perbuatan-perbuatan besar. : tindakannya hanya untuk menjaga gengsi-nya. |
| Gratifikasi | n uang hadiah kpd pegawai di luar gaji yg telah ditentukan |
| Guidance | bimbingan. : dia sudah dewasa tapi masih labil. mungkin dia butuh guidance untuk menjadi dewasa secara mental. |
| Guide | petunjuk. : apakah anda sudah membaca guide book (buku petunjuk) tentang pengaturan televisi baru ini? |
| Habit | suatu kebiasaan yg dapat mempengaruhi sikap jasmani dan rohani. : dia punya habit suka begadang sambil merokok. |
| Hakikat | kebenaran, kenyataan yg sebenarnya. : dialah yg menanamkan hakikat ajaran islam padaku. |
| Harmonis | selaras, sepadan. : keluarga yg baik harus harmonis termasuk dalam berkompromi. |
| Hegemoni | menguasai/dominasi : hegemoni negara-negara pada saat perang dunia ii sangat tinggi. mereka ingin menguasai dunia. |
| Hipotesis/hipotesa | dugaan atau jawaban sementara. : berdasarkan hipotesa saya, binatang dan tumbuhan memiliki karsa dan rasa. |
| Hyper | berlebih-lebihan. : dia hyper banget, selalu melebih-lebihkan masalah. |
| Ideal | cita-cita, impian hidup utama yg diangan-angankan. : wanita itu cantik, pandai, dan berbudi pekerti. dia adalah istri yg ideal. |
| Ideologi | cita-cita yg merupakan salah satu sistem politik, paham kepercayaan. : pancasila adalah ideologi negara indonesia. |
| Idiom | konstruksi yg maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya. : si hansip menjadi kambing hitam, padahal dia tidak tahu apa-apa. |
| Image/imej | gambaran, cerminan, atau bayangan. : dia memiliki imej sebagai seorang guru. jadi, dia tidak boleh memberikan contoh buruk pada siapapun. |
| Implikasi | keterlibatan atau hal yg mengandung sesuatu. : implikasi manusia sebagai objek percobaan atau penelitian semakin terasa manfaat dan kepentingannya. |
| Implisit | tersirat. : politisi itu menghina tokoh tersebut secara implisit. |
| Improvisasi | kemahiran spontan tanpa dipelajari dan tanpa persiapan terlebih dahulu. : pemain musik sering melakukan improvisasi dalam pertunjukkan musiknya. |
| Impulsif | suatu keadaan yg memberi respons terhadap atau stimulus yg diterimanya secara tiba-tiba. : anak yg impulsif adalah anak yg bertindak karena dorongan keinginannya. |
| Indikasi | petunjuk. : terdapat indikasi bahwa dia adalah seorang pecandu narkoba. |
| Indikator | penunjuk. : mata merah adalah indikator. |
| Inovasi | pembaharuan. : kenaikan harga sembako menjadi indikator terjadinya inflasi. |
| Insentif | bonus. : pemberian insentif bisa meningkatkan gairah semangat bekerja para buruh. |
| Integritas | mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran. : sekolah menengah di kecamatan itu memiliki integritas tinggi. |
| Integritas | n mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran; -- nasional wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dl kehidupan bernegara |
| Interdependen | : (saling tergantung satu sama lain) |
| Intimidasi | n tindakan menakut-nakuti (terutama untuk memaksa orang atau pihak lain berbuat sesuatu); gertakan; ancaman; mengintimidasi v menakut-nakuti; menggertak; meng-ancam: alat negara tidak dibenarkan ~ rakyat |
| Intuisi | n daya atau kemampuan mengetahui atau mema-hami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati |
| Invasi | serbuan/penyerbuan. : mereka menuduh seolah-olah kita melakukan invasi ke daerah itu. |
| Justifikasi | pembenaran/dasar pembenaran. : salah satu justifikasi menaikkan gaji pegawai adalah untuk memperbaiki pelayanan jasa publik. |
| Kapabilitas | kemampuan/kecakapan. : dia memiliki kapabilitas di bidang akuntansi. |
| Kolega | teman sejawat (kata benda). : dia adalah kolega saya sejak kami berumur 18 tahun. |
| Kolegial | teman sejawat (kata sifat). : aku berbuat baik padanya secara kolegial, karena kami adalah teman baik. |
| Kolektif | bersama-sama. : kita butuh semangat kolektif untuk melakukan penelitian. |
| Komparasi | perbandingan. : komparasi antara baik dan buruk sangatlah menonjol. |
| Kompeten | mampu. : dia kompeten di bidang komputer. |
| Kompetensi | kemampuan. : menguasai ilmu ekonomi adalah kompetensi dasar untuk menjadi seorang ekonom jenius. |
| Komprehensif | luas/meliputi banyak hal/pemahaman. : kita harus memiliki pengetahuan yg komprehensif di segala bidang supaya tidak mudah dibodohi oleh orang lain yg licik. |
| Komprehensif | a 1 bersifat mampu menangkap (menerima) dng baik; 2 luas dan lengkap (tentang ruang lingkup atau isi); 3 mempunyai dan memperlihatkan wawasan yg luas |
| Konfrontasi | n 1 perihal berhadap-hadapan langsung (antara saksi dan terdakwa dsb); 2 permusuhan; pertentangan: -- antara blok barat dan blok timur masih terus berlanjut; 3 pol cara menentang musuh atau kesulitan dng berhadapan langsung dan terang-terangan |
| Konfrontatif | a bersifat konfrontasi |
| Konjugasi | n 1 ling sistem perubahan bentuk verba yg berhubungan dng jumlah, jenis kelamin, modus, dan waktu (terdapat pd bahasa fleksi); tasrif; 2 bio pemaduan gamet yg serupa, yg kemudian menggabungkan intinya; 3 kim pembentukan molekul tertentu pd protein rumit |
| Konsekuen | a sesuai dng apa yg telah dikatakan atau diperbuat; berwatak teguh, tidak menyimpang dr apa yg sudah diputuskan |
| Konservatif | kon.ser.va.tif [a] (1) kolot; (2) bersikap mempertahankan keadaan, kebiasaan, dan tradisi yg berlaku |
| Konsisten | a 1 tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya -- dng ucapan |
| Konspirasi | kongkalikong/sekongkol/persekongkolan. : terbunuhnya john f. kennedy merupakan teka-teki yg hingga saat ini diduga sebagai suatu konspirasi politik. |
| Konstitusi | undang-undang. : dalam konstitusi tertentu, biasanya termuat peraturan yg melarang parkir kendaraan sembarangan. |
| Kontinuitas | kelanjutan atau keberlangsungan. : dalam menjaga kontinuitas hubungan, kita perlu melakukan timbal balik. |
| Kontra | kon.tra- [bentuk terikat] berlawanan; bertentangan; kebalikan dr; lawan dr: kontradiksi; kontraindikasi obat adiktif obat yg dapat menyebabkan ketergantungan bagi pemakainya |
| Kontra adiktif | bertentangan dengan ketergantungan |
| Kontra revolusioner | [pol] bertentangan dng atau menyimpang dr revolusi kontra kon.tra [a] dl keadaan tidak setuju; dl keadaan menentang; (2) v menentang (pendapat dsb) |
| Konvensi | rapat atau persetujuan. : sebutan untuk meter, gram, liter, dan sebagainya merupakan konvensi manusia yg sudah disepakati selama bertahun-tahun. |
| Konvensional | a 1 berdasarkan konvensi (kesepakatan) umum (spt adat, kebiasaan, kelaziman); 2 tradisional: lukisan yg -- |
| Kooperatif | a 1 bersifat kerja sama: rakyat dilarang bersikap -- dng kaum penjajah; 2 bersedia membantu: pengusutan tentang korupsi berjalan lancar krn terdakwa sangat -- |
| Kredibel | sikap dapat dipercaya. : setiap produk harus kredibel sehingga konsumen tidak ragu dan percaya. |
| Kredibilitas | kepercayaan. : seorang pemimpin harus memiliki kredibilitas agar pengikutnya mau mengikuti instruksinya. |
| Krusial | a 1 gawat; genting; 2 menentukan: kepincangan yg tampak, baik pd ketenagakerjaan maupun pendidikan dasar, merupakan aspek yg -- pd pembangunan sosial sehingga akan mempengaruhi sektor perekonomian; 3 rumit, sulit sekali: percaturan politik di negara itu menjadi -- krn ulah negara adikuasa; 4 berkenaan dng kehancuran perusahaan |
| Kultur | budaya. : keris dalam kultur jawa memiliki simbol kewibawaan. |
| Laten | la.ten [a] tersembunyi; terpendam; tidak kelihatan (tetapi mempunyai potensi untuk muncul): kita harus waspada thd bahaya -- komunis |
| Latensi | la.ten.si [n] sifat sukar mengubah kebiasaan; sifat laten |
| Legalisasi | pengesahan/pengabsahan : untuk melegalisasi surat perizinan, anda perlu kepala instansi dari atasan. |
| Legitimasi | keabsahan atau sesuatu yg membuat sah. : legitimasi seorang akuntan biasanya harus memiliki satu set komputer untuk membantu pekerjaannya. |
| Loyal | sikap bersungguh-sungguh. : dia sangat loyal dengan tuannya. |
| Loyalitas | kesungguhan. : loyalitas sangatlah penting karena membangun suka cita dalam bertindak dan mengambil keputusan. |
| Mekanisme | alat, cara, atau prinsip. : pekerjaan ini memiliki mekanisme kerja yg sederhana dan mudah dipahami. |
| Metafisika | n ilmu pengetahuan yg berhubungan dng hal-hal yg nonfisik atau tidak kelihatan |
| Objektif | a mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi |
| Ontologi | cabang ilmu filsafat yg berhubungan dengan hakikat hidup dan bersifat kebendaan di alam semesta. : salah satu cabang ilmu filsafat yg membahas tentang fisik dan metafisika adalah ontologi. |
| Orientasi | n 1 peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) yg tepat dan benar; 2 pandangan yg mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan; |
| Otoritas | wewenang. : pemerintah memiliki otoritas dalam melakukan pembangunan komunitasnya. |
| Otoriter | sewenang-wenang. : pemimpin yg bersifat otoriter biasanya akan dibenci oleh rakyatnya. |
| Paradigma | cara berfikir. : kita harus mengubah paradigma kita bahwa belajar tidak harus di pendidikan formal. |
| Paradigma | n 1 ling daftar semua bentukan dr sebuah kata yg memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tsb; 2 model dl teori ilmu pengetahuan; 3 kerangka berpikir. |
| Pedagogik | kemampuan mendidik. : setiap guru harus memiliki kemampuan pedagogik. |
| Perspektif | n 1 cara melukiskan suatu benda pd permukaan yg mendatar sebagaimana yg terlihat oleh mata dng tiga dimensi (panjang, lebar, dan tingginya); 2 sudut pandang; pandangan; |
| Plural | majemuk. : indonesia memiliki masyarakat dengan suku budaya yg plural. |
| Potensi afektif | potensi terhadap sikap, rasa, dan emosi. : anak yg ber-empati pada orang lain biasanya memiliki potensi afektif yg baik. |
| Potensi kognitif | potensi ilmu/pengetahuan. : anak yg cepat tanggap memiliki potensi kognitif yg baik. |
| Premis | n 1 apa yg dianggap benar sbg landasan kesimpulan kemudian; dasar pemikiran; alasan; 2 asumsi; 3 kalimat atau proposisi yg dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dl logika; |
| Presisi | n ketepatan; ketelitian |
| Prespektif | pandangan/sudut pandang. : dalam perspektif pendidikan, mencuri tidak akan membangun moral. |
| Prestise | gengsi. : zaman sekarang benda-benda seperti mobil, handphone, pakaian sudah menjadi prestise, yaitu bergeser menjadi barang antik. |
| Preventif | pencegahan. : kita perlu melakukan tindakan preventif dengan cara mematikan benda kelistrikan ketika hendak tidur agar tidak terjadi kebakaran. |
| Proaktif | a lebih aktif |
| Probabilitas | kemungkinan. : probabilitas untuk menjadi seorang guru cukup tinggi karena banyak pemukiman yg masih kekurangan tenaga kerja guru. |
| Produktivitas | daya produksi. : setiap manusia harus memiliki produktivitas dalam hidupnya agar tidak menjadi pribadi yg pemalas dan tidak menghasilkan apa-apa. |
| Prospek | harapan/kemungkinan. : prospek dalam bisnis ini lumayan besar. saya tidak boleh menyia-nyiakannya. |
| Psikologi | n ilmu yg berkaitan dng proses mental, baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pd perilaku; ilmu pengetahuan ttg gejala dan kegiatan jiwa; -- kriminal ilmu pengetahuan ttg jiwa orang atau kelompok (yg secara langsung atau tidak) yg berkaitan dng perbuatan jahat dan akibatnya; -- sosial studi yg memadukan sosiologi dan psikologi ttg aspek kejiwaan kehidupan bermasyarakat |
| Qualified | memenuhi syarat. : setiap fisikawan harus qualified dalam standar mutunya. |
| Ratifikasi | pengesahan. : untuk mengesahkan undang-undang baru, pemerintah harus melakukan ratifikasi terlebih dahulu. |
| Recovery | pemulihan. : negara ini butuh recovery dalam ranah-ranah tertentu. |
| Referendum | n penyerahan suatu masalah kpd orang banyak supaya mereka yg menentukannya (jadi, tidak diputuskan oleh rapat atau oleh parlemen); penyerahan suatu persoalan supaya diputuskan dng pemungutan suara umum (semua anggota suatu perkumpulan atau segenap rakyat): akan diadakan -- di daerah jajahan itu bulan maret yg akan datang; -- |
| Refleksi | pemikiran suatu hal; cerminan atau gambaran. : penggunaan bahasa adalah refleksi dari kecintaan masyarakatnya terhadap bahasa itu sendiri. |
| Refleksi | re.flek.si [n] (1) gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sbg jawaban suatu hal atau kegiatan yg datang dr luar: penyair pd hakikatnya adalah suatu -- dr masyarakat sekelilingnya; (2) gerakan otot (bagian badan) yg terjadi krn suatu hal dr luar dan di luar kemauan atau kesadaran; (3) ki cerminan; gambaran: penggunaan bahasa merupakan -- dr kecintaan thd bahasa itu |
| Region | wilayah (kata benda). : anggaran dana sudah disiapkan untuk beberapa region tertentu. |
| Regional | kewilayahan (kata sifat). : kemerosotan di bidang pangan hanya bersifat regional. |
| Regulasi | peraturan. : pemerintah harus mengubah regulasi buruk yg ada di negara ini. |
| Rekonsiliasi | perdamaian/perukunan kembali. : dua kubu yg dulunya berseteru kini melakukan rekonsiliasi. |
| Rekonstruksi | pembangunan kembali. : kita butuh rekonstruksi budi pekerti yg sekarang sudah semakin luntur. |
| Relasi | hubungan. : agar teripta suatu relasi yg baik, dibutuhkan sebuah timbal balik. |
| Remunerasi | re.mu.ne.ra.si [n] pemberian hadiah (penghargaan atas jasa dsb); imbalan: pemerintah menetapkan peraturan khusus mengenai -- kpd pegawai negeri |
| Renovasi | pembaharuan kembali. : bangunan yg sudah rusak perlu dilakukan renovasi. |
| Retorika | kepandaian berbicara. : seorang pembicara sebaiknya memiliki retorika yg baik dalam menyampaikan pendapatnya. |
| Sekuler | a bersifat duniawi atau kebendaan (bukan bersifat keagamaan atau kerohanian): kekuasaan --; pendidikan -- |
| Skill | keterampilan. : para pekerja dituntut untuk memiliki skill di bidangnya masing-masing. |
| Solidaritas | kesetiakawanan. : kita harus membangun solidaritas antar rekan kerja. |
| Soliditas | penguatan/pengukuhan. : perusahaan asuransi ini sudah memiliki kepercayaan dari masyarakat dengan penuh soliditas dan profesionalisme. |
| Spasial | keruangan. : untuk membangun sumber daya alam di suatu wilayah dibutuhkan data spasial wilayah tersebut. |
| Stagnan | mandeg/jalan ditempat. : tadinya saya sangat bergairah dalam melakukan pekerjaan ini namun pada akhirnya stagnan karena kehilangan motivasi. |
| Stigma | stig.ma [n] ciri negatif yg menempel pd pribadi seseorang krn pengaruh lingkungannya; tanda: anak itu menjadi betul-betul nakal krn diberi -- nakal oleh orang sekelilingnya |
| Suspensi | n 1 pelaksanaan penundaan atau penangguhan sesuatu untuk sementara; 2 pemecatan (dr jabatan, pekerjaan) untuk sementara waktu; 3 kim sistem koloid zat padat yg terserak dl zat cair, partikelnya tidak mudah mengendap krn kecil ukurannya dan tidak mudah menggumpal krn sering menolak; 4 tek sistem penggantungan roda mobil; |
| Taklid buta | mengikuti tanpa tahu dalilnya. : kita jangan menjadi orang yg taklid buta. kita harus punya dasaran ketika melakukan suatu keputusan. |
| Tendensi | ten.den.si [n] kecenderungan; kecondongan (pd suatu hal): orang gemuk biasanya mempunyai -- untuk makan lebih banyak |
| Tendensius | ten.den.si.us [a] (1) bersifat berpihak; (2) suka menyusahkan (melawan); rewel: pernyataan kapolres dianggap sangat -- dan emosional |
| Teologi | pengetahuan tentang ketuhanan. : dalam teologi kristen dikabarkan akan ada juru selamat di kemudian hari. |
| Teologis | a berhubungan dng teologi; berdasar pd teologi: kami sedang menjajaki beberapa tema -- yg peka |
| Tersuspensi | v telah mengalami suspensi |
| Tipologi | n ilmu watak tentang bagian manusia dl golongan-golongan menurut corak watak masing-masing |
| Titik kulminasi | titik puncak. : matahari mencapai titik kulminasi pada pukul 12.00 wib. |
| Titik nadir | titik terendah. : ada kalanya kita akan mengalami keadaan dimana yg disebut titik nadir kehidupan. |
| Urban | berkenaan dengan kota. : terdapat mitos urban didalam lingkaran masyarakat kota tersebut. |
| Urgensi | desakan. : keputusan peminjaman dana dari bank dilakukan karena urgensi ekonomi. |
Jika ada bahasa yang tidak ditemukan Agan bisa sampaikan via komentar untuk update berikutnya.

Komentar
Posting Komentar